Wednesday, April 22, 2009

TUNGKARAN , LAHAN BASAH NAN MEMPESONA


TUNGKARAN




Secara geografis desa tungkaran terlatak pada titik pada titik 3o 37’ 22,8” S 114o 42' 09,2” E. Desa tungkaran merupakan daerah yang sebagian besar kawasannya merupakan kawasan lahan basah yang masih belum digarap dan masih terlihat keasrian dari lahan basah tersebut. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hamparan lahan yang hijau ditumbuhi oleh beberapa tanaman rawa.

Rawa ini termasuk ke dalam jenis rawa lebak karena waktu musim penghujan kedalaman airnya di atas 50 cm. Banyaknya air tergantung pada besarnya curah hujan. Rawa lebak merupakan wilayah daratan yang mempunyai genangan hampir sepanjang tahun, minimal selama tiga bulan dengan tinggi genangan minimal 50 cm. Rawa lebak secara khusus diartikan sebagai kawasan rawa dengan bentuk wilayah berupa cekungan dan merupakan wilayah yang dibatasi oleh satu atau dua tanggul sungai (levee) atau antara dataran tinggi dengan tanggul sungai. Bentang lahan rawa lebak menyerupai mangkok yang bagian tengahnya paling dalam dengan genangan paling tinggi. Semakin ke arah tepi sungai atau tanggul semakin rendah genangannya. Pada musim hujan genangan air dapat mencapai tinggi antara 4-7 meter, tetapi pada musim kemarau lahan dalam keadaan kering, kecuali dasar atau wilayah paling bawah. Pada musim kemarau muka air tanah di lahan rawa lebak dangkal dapat mencapai > 1 meter sehingga lebih menyerupai lahan kering (upland).

Daerah rawa ini memiliki kedalaman air tidak lebih dari 2 m, tanaman didaerah rawa ini didominasi enceng gondok serta tanaman lain seperti purun tikus, kangkung, teratai, kelakai dan lainnya. Sedangkan dipinggiran rawa ditumbuhitanaman seperti putri malu dan karamunting. Hewan yang hidup di rawa terebut antara ada beberapa jenis ikan yang hidup di daerah tersebut seperti papuyu, ikan sepat, ikan gabus, selain ikan ada juga jenis hewan lain yang hidup di sana seperti kodok dan siput. Karena daerah berair yang banyak terdapat ikan maka warga sekitar memanfaatkan daerah tersebut untuk memancing.

Rawa di desa Tungkaran kaya akan flora-flora rawa pada umummnya. Di rawa ini dapat ditemukan berbagai jenis tumbuhan air, seperti Bakung, Kangkung, Kiambang, Kiapu (Kayapu), Ilung (Eceng gondok), Purun tikus, Bundung ganal, Babarasan, Papadasan, Genjer, lumut air, rumput-rumputan air, dan masih banyak tumbuhan lain yang belum terdefinisikan. Lahan rawa yang didominasi oleh jenis tumbuhan seperti ini disebut rawa non hutan.

Lahan basah yang masih belum tergarap itu merupakan habitat yang sangat nyaman bagi tanaman-tanaman rawa dan tanaman air seperti Purun Tikus (Eleocharis dulcis), Eceng gondok (Eicchorina cressipes), dan teratai (Salvinia molesta). Selain sebagai habitat bagi tanaman rawa dan tanaman air kawasan ini juga menjadi habitat dari hewan air seperti kodok rawa (Fejervarya cancrivora) dan ikan air tawar seperti ikan sepat Ikan Sepat (Trichogaster pectoralis).

1. Eceng Gondok (Latin:Eichhornia crassipes)

Eceng gondok atau enceng gondok, adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida.

2. Kelakai (Stenochlaena palustris)

Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian suspensi ekstrak metanol herba kelakai dosis 500 mg/kgBB dapat mempercepat penghentian diare pada hewan uji. Kecepatan rata-rata waktu penghentian diare adalah 20,4% dibandingkan dengan kontrol negatifnya.

3. Padi

Padi tersebar luas di seluruh dunia dan tumbuh di hampir semua bagian dunia yang memiliki cukup air dan suhu udara cukup hangat. Padi menyukai tanah yang lembab dan becek. Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim Graminae atau Glumiflorae).


Dalam lahan basah di tungkaran ini juga terdapat berbagai jenis ikan, yang mana ikan-ikan tersebut dimanfaat oleh warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.



0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © SMART BEKANTAN
Designs By Bhambank Mbambong Blog